Biduk perahuku, kudayung perlahan Berbekal doa-doa malam dan sejuta harapan Tak pernah terbayangkan... Biduk yang kukayuh sungguh Dengan dayung yang kupegang teguh Akhirnya terhempas karang, terterjang gelombang Kandas, Sebelum kugayuh bintang di ujung jalan Di mana aku menggantungkan harapan Siapakah pernah tahu...?

Wahai lautan dengar tanyaku…
Perahu yang kukayuh dengan kukuh
Bermahligai cinta dan nafsu semu
Kandas dalam perjalanan waktu
Sebelum aku tersadar dari anganku
Siapakah pernah mengira…?
Wahai awan aku bertanya
Perahu yang kudayung dengan berpeluh
Berteman air mata dan tawa sendu
Kandas dalam penantian panjang
Sebelum terjalin angan dan harapan
Siapakah pernah mengharap…?
Wahai Tuhan dengar hamba meratap
Perahu yang kudayung dengan sigap
Kandas…
Mengggoreskan luka pedih tak tertahankan,
meninggalkan beban yang mesti diperjuangkan.
Home by The Garden, Nov 21st, 2022
