Teman Toxic

Teman

Banyak teori tentang pengertian teman, namun saya ingin membedah lagi makna teman yang lebih mudah dipahami oleh orang awam. Karena tujuan saya agar anak SD pun yang membaca postingan ini bisa dengan mudah mengerti maksud tulisan ini, tidak hanya mereka yang mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi seperti anak kuliahan. Karena saya percaya suatu kebaikan yang saya tulis akan terus bergema dalam keabadian. sebernya saya kurang srek jika di buku-buku pendidikan selalu menggunakan bahasa yang berat, kasihan mereka orang awam yang ingin belajar.

Jika kita mencari lagi makna teman dalam pengalaman hidup, teman adalah orang yang kita kenal dan menjadi seseorang yang asik untuk diajak jalan, diskusi, curhat dan lain sebagainya. Ketika kita terjatuh, teman adala orang yang membantu kita. Ketika kita bersedih, teman adalah orang yang menyabarkan kita. Ketika kita terpuruk, teman adalah orang yang merangkul kita.

Namun, ada kalanya kamu berada pada suatu pertemanan atau suatu circle bersama orang-orang yang tidak satu pemikiran dengan kamu. Ketika kita ingin bangkit dan berusaha mereka seolah meremehkanmu. Ketika kamu bahagia mereka seakan tidak peduli dan iri maupun benci. Kamu dianggap tidak terlalu penting oleh mereka, kamu hanya badut untuk perkumpulan itu.

Ketika kamu memiliki gagasan atau ide, mereka malah meremehkan dan menertawakanmu seakan kamu tidak akan berhasil. Ketika kamu menulis sesuatu misalkan kata-kata bijak di story Sosmedmu, mereka akan bilang “SOK BIJAK, PERKATAAN TIDAK SESUAI PERILAKU”. Ya teman toxic adalah mereka yang merasa selalu diatasmu dan menganggapmu adalah anak bawang.


Ketika kamu punya mimpi terus dipatahkan oleh orang lain mungkin tidak sesakit ketika mimpi itu dipatahkan oleh temanmu sendiri, orang yang dari dulu bersamamu, orang yang dari dulu mengenalmu. Kadang komentar negatif datang dari temanmu sendiri. Mohon bedakan antara komentar membangun yang memberikan kritik dan saran, dengan komentar kritik yang hanya ingin ngeledekmu. Circle seperti itu akan terus membuat kamu terpuruk dan merasa tidak berguna, dunia ini luas kamu bisa keluar dari zona itu dan mencari surga yang lain.

Adapula pertemanan yang mementingkan gaya hedon, mereka punya Iphone terbaru, kamu juga harus punya. Mereka punya barang branded, kamu juga harus punya. Kalau gak punya kamu seakan menjadi butiran debu dimata mereka.

Tentu jika kamu terus bersama dalam circle itu kamu akan terus-terusan merasa tidak berguna. Keluarlah dari lingkungan itu, menepi sejenak. Buka matamu dan lihatlah dunia lebih indah dari yang kamu kira. Kejarlah mimpi-mimpimu, jangan ceritakan pada mereka. Biarsaja mereka menganggap kamu tidak ngapa-ngapain tapi sebenernya kamu sedang mempersiapkan sesuatu yang besar.

Memang pada dasarnya sifat manusai itu kebanyakan akan meledek ketika kamu memulai usaha, diam ketika kamu sudah mulai berhasil dalam proses, dan benci ketika kamu sudah berhasil mencapai tujuanmu. Jadi kamu sebaiknya lari dari lingkungan kamu sebelumnya, dan bergabunglah dengan lingkungan baru yang menerimamu apa adanya dan terus membagikan hal positif.

Nah pertemanan yang saling support itu berada pada level yang lebih tinggi, itu yang dinamakan sahabat. Sahabat adalah mereka yang benar-benar tulus untuk bersamamu, membantu ketika kamu kesulitan, dan tidak tertawa ketika kamu bersedih. Lebih baik mempunyai 1 sahabat daripada mempunyai 1000 teman tami membuat kamu bersedih.

Coba bayangkan jika circle kamu itu adalah mereka yang melanggar norma-norma kehidupan. Penjahat, Pemabuk, Pemalak, Pengguna obat obatan, itu sungguh sangat berbahaya. Jangan sok-sokan bilang “Aku tidak ikut mereka, imanku kuat”. Itu adalah presepsi terbodoh pernah saya dengar… heiii, kalau kamu berada dalam zona itu, mau tidak mau kamu akan terjerumus sama dengan mereka.

Terus kalau tidak punya teman gimana relasi kerjaannya? bedakan antara pekerjaan dengan hal pribadi. Pekerjaan hanyalah sebatas profesionalitas, kita harus tetap waspada terhadap oranglain karena dunia pekerjaan itu keras. sikut kanan,jilat atas, injak bawah adalah hal yang lumrah bagi mereka yang cinta dunia. Orang yang bekerja dengan kita disebut dengan rekan kerja, sedangkan teman adalah mereka yang bisa kamu percaya meskipun kadang mereka tidak selayaknya sahabat yang memberikan kamu support dari mental dan tenaga.

Jadi lebih bijak lah dalam memilih teman, ketika kita berkumpul penjual minyak wangi kita akan ikut wangi. Jika kita berkumpul dengan orang yang mempunyai pikiran negatif terus, maka kita akan terbawa untuk negatif thinking terus, seolah kita tidak bisa melakukan apa-apa. Kita butuh teman dekat (sahabat) untuk mendukung dan memberikan support kepada kita.

Kamu lebih kuat dari apa yang kamu kira, hanya saja kamu kadang berada dalam lingkungan yang salah yang tidak bisa meberikan kamu support. Duniamu jauh lebih indah diluar zona toxic itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *