Sayap Yang Patah

Langit

Katanya ada banyak variabel di semesta ini. Namun, kenapa saat bersama dia. Aku selalu menemukan 2 variabel, rindu dan rindu. Eh bukannya itu hanya ada 1 variable yah?…. eh gak deng, itu dua variabel. Rindu satunya tentang rindu ingin bertemu, dan satunya rindu karena tidak bisa bersama. Eh BTW, emang variabel itu apa yah? Nyesel aku bahas tentang variabel. Jadi pusing kan.

oke mulai serius….

Sejak zaman dulu kisah cinta memang melegenda. Namun kisah cinta yang melegenda itu biasanya diakhiri dengan kisah tragis. Romeo and Juliet, kisahTangkuban perahu, legenda candi borobudur dan lain hal. Kenapa yang diangkat selalu kisah yang tragis. Ruang dan waktu seakan senang melihat kisah seperti sinetron indosiar.

Atau,,, semesta sedang mengajarkan untuk bagaiamana cara menjalin kasih atas landasan illahiah. Bagaimana sebuah keihlasan menjalin cinta karena allah menghasilkan kebahagiaan. Ikhlas dan pasrah atas ketentuan allah tentang sebuah makna cinta yang sesungguhnya.

Aku jadi teringat tentang aku dan dia. Seperti layaknya langit yang biru, membawa angin dari segala penjuru, Menyisakan rindu yang berderu. Tentang aku, dia, dan waktu yang keliru.

Kata orang, Beruntung itu ketika kesempatan dan aksi bertemu dalam satu momentum (saya menyebut momentum ini sebagai waktu). Seorang pengamen tidak akan dapat uang ketika mengamen di waktu yang salah. Seorang yang cerdas tidak akan dapat beasiswa jika tidak ada penerimaan beasiswanya. Hmm.. kadang sang waktu senang bermain dengan kita.

kami yang selalu bertemu di dimensi ini, namun waktu yang tidak tepat selalu menghentikan langkahku untuk mendekatinya. Ketika mulut ingin berucap untuk ingin menjaganya dalam ikatan pacaran, aku selalu ingat tentang larangan untuk tidak mendekati zina.

Dimensi yang kami tempati ini layaknya memberikanku pandangan tentang surga. Saat aku melihatnya, hatiku merasa senang. Seperti aku menemukan mata air di gurun yang gersang. Namun, layaknya fatamorgana. Mata air itu hanyalah ilusi mata karena aku sedang kehausan dan lelah dari rasa kesepian.

Wanita secantik dan seanggun dirinya harus dijaga oleh orang yang tepat. Aku selalu bahagia jika melihat dia bahagia. Namun waktu yang tidak tepat hadir diantara kami. Lagi – lagi cinta dalam diam adalah jalan yang selalu aku pilih. Sengaja nunggu di parkiran hanya untuk melihat dia berjalan mengambil motor nya. Aku suka sekali mendengarkan nya dalam beragumen dalam menyampaikan pendapat, seperti lantunan musik yang paling indah.

Dan untuk berjuang mendapatkan nya agar menjadi pasangan yang halal. Aku harus memperdalam masalah agama lagi, belakangan aku sadari seorang suami jika membantu pekerjaan rumah adalah sunnah dari nabi muhammad. Aku juga berjuang untuk mendapatkan fasilitas yang mempuni agar setelah menjalin hubungan yang halal nanti kami langsung bersama ditempat sendiri.

Tanpa sepengetahuan nya, aku sudah menyusun rencana untuk membahagiakan nya, hanya saja waktu yang belum cukup untuk kita berdua. Berbicara tentang waktu, ternyata waktu juga yang menyadarkan aku tentang Kami. Dirinya yang indah itu, memiliki hubungan dengan laki-laki lain. Yah,,,, namanya juga cinta dalam diam. Aku bisa apa?

Senyumannya yang indah ternyata untuk orang lain. kebahagiaannya ternyata bukan bersamaku. Tempat parkiran itu perlahan aku tinggalkan, tempat dimana dia pernah berteduh saat hujan dan aku bisa memandanginya sedikit lebih lama. saat itu aku ingin hujan ini agar tidak berhenti. Supaya selamanya dia berada disampingku.

Aku menyadari, rencanaku untuk membahagiakannya hanyalah bentuk kesombonganku kepada tuhan. Karena mendahului kehendaknya, seakan aku dapat melakukan konspirasi kepada tuhan. Dulu doaku agar bisa bersama dia pada waktu yang tepat. Sekarang doaku agar bisa bersama orang yang dapat menenangkan aku dikala aku sedih, yang jadi penyemangatku dikala aku terpuruk. Semoga suatu saat aku bisa bertemu “dia” sebagai jodohku, meskipun aku belum tahu siapa namanya. sampai jumpa jodohku kelak.

Waktu ternyata tidak keliru, hanya saja aku yang keliru menafsirkan cinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *