PKKMB Gak Seprimitif Itu Kawan

PKKMB

Ada banyak ragam cara untuk pengenalan kampus atau yang biasa dikenal dengan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) , mulai dari perkenalan yang biasa sampai pada perkenalan yang tidak wajar. Contoh perkenalan pada kampus yang biasa adalah dengan mengenalkan kampus dengan elegan, seperti berbaju rapi. Terus pemberian materinya seperti seminar pada umunya. Terlihat tidak seru memang. Namun hal tersebut dapat menjadi paradigma pertama Mahasiswa/i yang akan masuk ke kampus tersebut. Disajikan secara elegant dan penuh khitmat.

lantas bagaimana bentuk pengenalan kampus yang tidak wajar?

Pembahasan saya ini khusus untuk sistem PKKMB tatap muka secara langsung. Karena dari yang saya lihat PKKMB secara daring tidak terlalu mencakup hal-hal yang tidak wajar. Bahkan PKKMB secara daring ini sangat wajar dalam arti PKKMB yang sesungguhnya.

Kita bisa melihat ketidak wajaran itu dari beberapa hal yang akan saya uraikan sebagai berikut:

1. Pakaian

Sungguh aneh memang kenapa pakaian menjadi sorotan saat PKKMB. Seandainya menggunakan pakaiannya itu seragam, contohnya seperti hitam putih sih wajar… Tapi saya tidak menemuman korelasi antara pakaian seperti orang kurang waras dengan kedisplinan dan pengenalan kampus. Dan saya heran, landasan berfikir kaka tingkat membuat aturan pakaian seperti orang kurang waras tersebut untuk “kedisiplinan”. Padahal 2 variable tersebut tidak saling berhubungan antara pakaian kurang waras dan pengenalan kampus.

Apakah Pembelajaran nanti menggunakan baju yang kurang waras? Kalau iya, berarti cocok aja menggunakan baju yang kurang menggambarkan warga indonesia yang berpendidikan tersebut.

2. Boss dan Bawahan

Entah kenapa hampir disetiap instansi pendidikan masih menggunakan konsep senioritas, dan menurut saya konsep senioritas itu tidaklah salah, jika hanya sekedar menghormati sartu sama lain antara leader dan rekan. yang salah itu konsep senioritas yang ekstrim, Maksudnya ekstrim disini ialah gila hormat. Seakan Adik tingkat hanyalah seonggok manusia yang baru mengenal pendidikan. Senior selalu benar dan harus selalu dihormati, suka menyuruh-nyuruh karena merasa dirinya berkuasa.

Namun benarkah hal tersebut dapat menambah wawasan maupun kedisiplinan terhadap adik tingkat?

hmmm, pertama kita harus tahu dulu perbedaan antara Boss dan Leader.

Boss itu suka menyuruh nyuruh. Jika salah, maka bawahannya dimarahin habis-habisan. Boss itu selalu memerintah bawahan harus seperti ini, rambut harus seperti ini, jam datang harus seperti ini. Sementara boss tadi tidak melakukan seperti yang dia perintahkan kebada bawahanya. Rambutnya tidak seperti aturannya sendiri, jam datangnya sesuai kehendaknya sendiri juga. Jika progres pekerjaan tidak bagus, maka yang disalahkan adalah bawahannya. Yah, bawahannya itu hanyalah seakan sebuah alat untuk menghasilkan uang dan untuk menaikan derajatnya.

Sementara leader adalah orang yang terjun langsung kelapangan. Seorang leader harus bisa merasakan apa yang bawahanya rasakan. Biasanya Leader tidak menganggap bawahan, melainkan rekan kerja atau team. Leader akan mengajarkan kepada rekan kerjanya jika tidak bisa melakukan suatu pekerjaan. Leader itu tidak lepas tangan dari tanggung jawab. Analoginya seperti jika teamnya mendorong gerobak, maka leader tersebut berada digaris paling depan untuk mendorong. Contoh lain leader seperti serigala yang membukakan jalan untuk kawanan lainya agar lebih mudah melaluinya.

Leader berada pada garis terdepan untuk jalan kelompoknya

Coba renungkan lagi baik-baik wahai adek-adek yang aku cintai. Apakah PKKMB kalian sudah sesuai dengan definisi Leader?

3. Marah-Marah

Saya Sampai saat ini merasa heran, kenapa PKKMB di berbagai kampus itu identik dengan marah-marah. Anda PMS atau apa???… Katanya dengan dalih melatih mental.. apakah kamu serius???….

Jawaban paling templet dari kaka tingkat adalah ” Kami dahulu Lebih Parah”….. Ya kalau sistem yang dahulu menyalahi konsep dari PKKMB tersebut, maka ubahlah selagi bisa…. jangan sampai mengakar sampai era selanjutnya…

Oke mari kita bedah lagi cara melatih mental dari pengalaman saya dipramuka maupun PASKIBRAKA. Pertama yang masuk kedalam PASKIBRAKA itu adalah mereka yang sudah siap dididik semimiliter untuk mengibarkan bendera pusaka merah putih. dan yang menjadi mentor pendidik nya adalah dari kalangan PNS yang biasanya berorganisasi PPI maupun dari kalangan TNI-POLRI. Artinya Mentor paskibraka itu memiliki kapabilitas dan ilmu dalam mendidik secara semimiliter. dan didikannya itu tidak serta merta marah-marah mulu kaya PKKMB kebanyakan ini. Mereka marah ada saatnya, punya waktu dan tempat yang pas sehingga mudah untuk diterima. kaka tingkat itu punya kapabilitas apa dalam mendidik mental?…. Saya heran kebanyakan kampus kalau PKKMB setiap saat teriak-teriak sudah kaya mau melahirkan anak aja, hahahaha….

Terlebih PKKMB pada kampus yang tidak menjalankan semimiliter namun diospek secara semimiliter itu sangat luput menurutsaya. apalagi yang mendidiknya itu dari kalangan mahasiswa juga….. Terlebih kaka tingkat itu kebanyakan menyuruh adek tingkatnya untuk potong gundul rambut, namun kaka tingaktnya sendiri tidak mau motong rambut….. itu didikan macam apa? apakah leader menggambarkan seperti itu?….

Lantas apa yang sebaiknya dilakukan oleh kaka tingkat ????…… Yaitu Sharing…. ya kaka tingkat alangkah lebih baik memiliki paradigma untuk sharing kepada rekannya yang baru. tidak serta merta bersikap balas dendam karena kating nya dahulu memperlakukan yang sama kepadanya.

Jangan lupa juga, Bukan berarti adik tingkat yang baru masuk itu kalian anggap selalu cupu terus wahai kaka tingkat.. heheheh…. Izinkan saya sedikit sharing juga kepada kalian kaka tingkat…. Adakalanya kaka tingkat yang sok-sokan itu tidak bisa manajemen dirinya sendiri dengan baik. Tidak mau belajar, sukanya hora hore doang, akhirnya kaka tingkat yang hanya bisa sok-sokan itu jatuh pada jurang yang dia buat sendiri, yaitu MALAS. Merasa jago sehingga lupa belajar, merasa tinggi derajatnya namun lupa mengerjakan tugas kuliah. Sampai pada akhirnya Adek tingkat yang kaka tingkat injak dulu malah beriringan bahkan duluan wisuda daripada kaka tingkat itu. yang tadinya bilang ini untuk melatih mental adik tingkat tapi lupa mental kaka tingkat itu sendiri tidak terlatih.

Dan jangan lupa juga, Kalau memang PKKMB anarkis secara senioritas itu penting dalam membangun jiwa leadership mahasiswa baru. Maka, kita tidak pernah menemukan billgates, jackma, Mark Zuckerberg berdiri diatas sana dengan kesuksesannya. Mereka itu belajar leader yang sesungguhnya bukan belajar untuk tampil sok-sokan diahadapan oranglain.

Jika diamati lebih mendalam, ospek di kampus Indonesia lebih mengacu kepada acara mahasiswa senior yang ingin unjuk gigi dan meraih kepopuleran. Alih-alih memberi informasi dan membimbing para junior, mereka bisa memberi cacian, perintah, dan hal lain yang dapat membuat mahasiswa baru merasa takut hingga stres. Mungkin kata yang paling tepat adalah balas dendam karena dirinya dulu pernah seperti itu.

Sebaliknya, ospek di luar negeri biasanya ditujukan kepada acara pemberian informasi sebanyak mungkin yang dibutuhkan oleh mahasiswa baru agar mereka dapat mengetahui pola kehidupan kampus yang sebenarnya.

Semoga kaka tingkat yang membaca tulisan ini bisa mengembangkan lagi sistem PKKMB yang sudah ada menjadi lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *