Pertanyaan yang Belum Terjawab

catatansenja

Aku pernah membaca sebuah artikel di internet tentang, “naksir seseorang hanya berlangsung sampai 4 bulan, jika waktu lebih dari itu, anda benar-benar mencintainya”. Aku lantas berpikir bagaimana tentang rasa sukaku untuknya yang sudah berlangsung hampir 4 tahun. Aku kira rasa itu akan hilang dengan sendirinya ketika kami tidak lagi bertemu di perkuliahan itu. Ternyata aku salah, rasa ini tidak berkurang 1 persenpun. Rasa yang terus tumbuh meski aku kubur dalam-dalam. Rasa yang memberontak dalam sepinya suara. Sebuah Rasa yang tidak bisa aku atur untuk berhenti merindukannya.

Sebagai seorang laki-laki terkadang kita tidak bisa sepenuhnya menutupi rasa suka yang kita simpan. Terkadang sesekali perasaan itu tidak sengaja keceplosan dari kita, entah itu dari tatapan mata, tingkah laku, ataupun pembicaraan. Dulu di awal perkenalanku dengannya. kami saat itu sedang asik chatting satu sama lain. Rasanya seperti aku berbalas-balasan pesan dengan penghuni surga yang indah nan cantik. saat itu entah kenapa aku ingin sekali mengirim pesan rayuan dengan nuansa bercanda dengannya. setelah beberapa menit menunggu akhirnya ada notice dari dia.

Wajahku yang awalnya tersenyum sebelum membuka chatt itu berganti menjadi datar setelah membaca isi pesannya, “Mohon Maaf Kamu Jangan baper sama aku yah, hehehe”. Pesan itulah yang selalu membuat aku terdiam untuk mengucapkan bahwa dialah orang yang selalu hadir di pikiranku. Pesan itulah yang menghentikan langkahku untuk tidak melampaui batas persahabatan meskipun rasa suka ini melebihi ikatan persahabatan.

Aku tahu, Tuhan itu maha membolak balikan hati. Entah kenapa… Aku tidak tega untuk menyebutkan namanya dan meminta tuhan untuk membuat hatinya menjadi menyukaiku. Aku tidak tega melihat orang yang baik seperti dia harus dipaksa menyukai orang yang tidak dia suka seperti ‘aku’. Aku tidak tahu apakah rasaku ini sudah merujuk pada keputusasaan atau tidak. Keputusasaan akan merasakan cinta. Rasa kecewa yang merubah rasaku menjadi mati. Aku tidak tahu itu…. Aku tidak tahu dimana aku akan mendapatkan jawabannya. Berbagai literasi tentang keikhlasan sudah aku baca. Namun tetap saja dia seolah terus melayang dipikiranku.

Kenapa? kenapa rasa suka ini sukar untukku hilangkan…?. Kenapa rasa ini tidak hilang sedikitpun…?. Kenapa rasa ini terus tumbuh setiap harinya…?. kenapa aku tidak bisa membencinya…?. Kenapa aku terus rindu kepadanya…?. Bahkan setelah aku dan dia terpisah jarak. Referensi tentang keikhlasan yang aku baca seakan hanya menjadi teori diatas kertas saja. Hatiku tidak bisa berbohong, seolah berbisik bahwa dialah orang yang aku nantikan. Tidak seperti soal matematika yang sulit, pasti akan menemukan jawabannya. Kadang dalam hidup,ada beberapa pertanyaan yang tidak bisa di jawab sampai akhir hayat.

Jika merindukannya adalah untaian aksara indah yang semesta goreskan pada ruang waktu ini. Aku ingin rindu ini selalu terukir dilangit itu. agar selalu kami kenang dalam keabadian. Rindu yang mengingatkan aku tentang kota itu, tentang kampus itu, tentang organisasi itu, tentang ruangan itu, tentang overthinking nya yang manis itu, dan tentang senyumannya yang indah itu. Untukmu “Maafkan aku, aku belum menemukan jawaban agar bisa melupakanmu”.

Sampai jumpa dilain kesempatan

salam hangat

-catatansenja.com

Satu Komentar

  • Hello,

    It is with sad regret to inform you that DataList.biz is shutting down. We have made all our databases available for you at a one-time fee.

    You can visit us on DataList.biz

    Regards.
    Alejandrina

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.