Penyimpanan Rekam Medis

rekam medis

Perhatian: Referensi bisa di download di bagian bawah

Hy, guys….

Jika anda mencari materi tentang penyimpanan rekam medis, maka anda berapa pada blog yang tepat, karena saya akan mencoba menjelaskan tentang penyimpanan rekam medis…

cekidot…

Indradi (2018) mengemukakan dalam bukunya bahwa Setelah pasien selesai dilayani (baik rawat jalan maupun rawat inap), maka tentunya pasien tersebut akan pulang (baik dalam keadaan hidup maupun meninggal). Setelah pasien pulang (keluar dari rumah sakit) maka berkas rekam medis akan disimpan di ruang penyimpanan (ruang filling).

penyimpanan rekam medis pada prinsipnya digunakan untuk mempermudah pencarian rekam medis. Penyimpanan rekam medis yang paling populer biasanya ada 2 macam, yaitu penyimpanan centralisasi dan penyimpanan desentralisasi.

  1. Apa itu penyimpanan sentralisasi?

Konsep dari metode sentralisasi ini yaitu menggabungkan dan menyimpan semua berkas rekam medis seorang pasien (baik rawat jalan maupun rawat inap) menjadi satu folder dan disimpan di satu tempat.Penyimpanan secara centralisasi biasanya digunakan pada rumah sakit yang sudah maju, dan memiliki sdm pmik yang mempuni.

Penyimpanan secara centralisasi adalah penyimpanan rekam medis yang menggabungkan rekam medis rawat jalan dan rawat inap pada satu folder rekam medis…. ingatnya pada satu folder rekam medis, bukan pada satu ruangan. Nah karena rawat inapnya disimpan pasa satu folder rekam medis, artinya kebutuhan tenaga pmik juga bertambah untuk shift malam nya untuk pelayanan rekam medis rawat inapnya di malam hari. Penyimpanan secara centralisasi juga mempermudah pengolahan data, karena data rekam medis rawat jalan dan rawat inapnya terintegrasi dalam 1 folder. Hal tersebut juga mempermuda dalam analisa kuantitatif dan kualitatif karena sudah tergabung dalam 1 folder rekam medis. Namun rekam medisnya juga bertambah tebal yang kadang kala mempersulit saat penjajaran di lemari penyimpanan rekam medis.

Ada baiknya kita lihat kelebihan dan kekurangan nya:

Kelebihan:

  1. Informasi dalam DRM saling berkesinambungan karena berada
    dalam satu folder sehingga seluruh riwayat baik rawat jalan maupun
    rawat inap dapat terbaca semua.
  2. Mengurangi jumlah biaya untuk ruang dan peralatan.
  3. Mengurangi terjadinya duplikasi DRM.
  4. Mudah menerapkan unit record.
  5. Tata kerja dan peraturan mengenai kegiatan pencatatan medis
    mudah dilakukan standarisasi.

Kekurangan:

  1. Kerja petugas lebih keras karena menangani unit rawat inap dan unit
    rawat jalan.
  2. Tempat penyimpanan DRM (filing) siap bertugas 24 jam apabila
    sewaktu-waktu dibutuhkan untuk pelayanan UGD 24 jam.
  3. Tempat penerimaan pasien harus buka 24 jam karena KIUP
    digunakan sewaktu-waktu bila pasien datang berobat tidak membawa
    KIB karena KIUP tersimpan di TPPRJ.

2. Apa itu Penyimpanan Desentralisasi

Konsep dan metode desentralisasi yaitu bahwa berkas rekam medis seorang pasien disimpan di beberapa tempat pelayanan. Berkas rekam medis rawat jalan di simpan terpisah dari berkas rekam medis rawat inap. Berkas rekam medis rawat jalan disimpan di ruang filing rawat jalan dan berkas rekam medis rawat inap disimpan di ruang filing rawat inap.

Penyimpanan secara desentrasaliasi memisahkan rekam medis rawat jalan dan rawat inap, biasanya penyimpanan ini digunakan untuk rumahsakit yang SDM Perekam medis nya masih kurang, sehingga proses pengolahan rekam medis nya dipisah sehingga mempermudah pengambilan berkas di unit yang bersangkutan. Penyimpanan secara desentralisasi juga tidak membutuhkan ruangan yang besar dan terpusat seperti sentralisasi. namun data rekam medis tidak terintegrasi dengan baik karena dipisah.

oke, alangkah lebih baiknya kita lihat keurangan dan kelebihan penyimpanan secara desentralisasi:

Kelebihan:

  1. Berkas rekam medis relatif menjadi lebih dekat penyimpanannya dengan unit layanan yang membutuhkannya.
  2. Berkas rekam medis tidak mudah menjadi tebal.
  3. Ruang yang dibutuhkan oleh masing-masing unit yang menyimpan tidak terlalu luas.

Kekurangan:

  1. Dibutuhkan ruang pada masing-masing unit layanan yang akan menyimpan berkas rekam medis.
  2. Dibutuhkan tenaga yang berkompeten pada masing-masing ruang penyimpanan.
  3. Pengawasan terhadap pelaksanaan pelayanan rekam medis menjadi lebih sulit.

Oke guys, untuk materi ini saya merangkum dari buku dr. Indradi S. edisi kedua tahun 2018, buku ini sangat rekomendasi buat kalian mahasiswa semester baru dan mahasiswa yang akan membuat karya tulis tentang rekam medis, karena dibuku ini membahas yang jarang terdapat di jurnal-jurnal yang ada diinternet. Contohnya seperti masalah penyimpanan ini termasuk sulit ditemukan jurnal nya diinternet untuk daftar pustaka yang bisa dipertanggung jawabkan. Tapi, saya tidak punya soft filenya guys, silahkan dibeli saja guys di shoppe dan tokopedia banyak kok, tapi usahakan beli yang resmi yah,,, jangan yang bajakan.. okee..

Buku rekam medis dari dr. Indradi S. edisi kedua tahun 2018.

jika kalian ingin referensi tambahan dari jurnal, berikut tombol downloadnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *