Pelangiku

Pelangi

Ketika kamu melihat pelangi setelah hujan, apa yang kamu pikirkan?…Kagum? Ingin mendekat? Ingin terus bersama? Tidak mau pelangi itu menghilang dari pandanganmu?. Semua isi kepala seakan enggan untuk kehilangan biasan cahaya yang indah itu. Pelangi itu indah yah, tujuh warna berbeda yang menjadi satu kesatuan dan menciptakan keajaiban dalam viualisasi bagi setiap insan. Namun, pada prinsipnya pelangi yang indah itu akan terus menjauh ketika kita mendekat. Layaknya keindahan yang hanya bisa kita lihat tanpa bisa untuk dimiliki.

Kamu pernah tidak? Menyukai seseorang yang dekat denganmu? Sebuah perasaan indah yang selalu ditutupi oleh ikatan persahabatan. Hal yang paling pedih dari cinta dalam persahabatan adalah ketika kamu tenggelam sendiri dalam perasaan yang indah itu, tanpa dia tahu semua rasa yang ada. Setiap orang mungkin punya banyak cara dalam mengungkapkan cinta nya. Ada yang langsung mengkapkan saja. Ada juga yang lebih memilih diam dalam kesunyian tanpa ungkapan.

Namun, setiap alternatif pilihan itu selalu ada konsekuensinya. Ketika kamu mengungkapkan rasa, ada kemungkinan dia tidak suka dan menjauh dari kamu. Ketika kamu memilih diam, kamu harus kuat menahan rasa sakit memendam rasa. Bagaiamana denganku…? Aku lebih memilih untuk memendam rasa itu. Lebih baik menahan rasa ini daripada harus menyaksikan dia menjauh dariku. Aku belum siap untuk kehilangan dia dari hidupku.

Mencintai teman dekat itu berat. Sulit rasanya untuk mengungkapkan ataupun melupakan dia. Jujur,, aku sudah melakukan berbagai cara. Tetap saja dia terus melayang dikepalaku. Konon katanya ketika kita ingin melupakan seseorang, kita harus mengingat ingat keburukan nya sampai kita merasa ilfil. Mampusss,, dikepalaku dia yang kucinta, tidak ada keburukan sama sekali, bagaimana caranya aku lupa.

Berbagai cara sudah aku lakukan untuk melupakan dia dari hatiku. Namun jahatnya semesta, perasaanku kembali seperti semula. Seperti saat awal aku bertemu dengannya. Senyuman nya yang indah seakan menarik aku kembali ke dalam dimensi cintanya. Membuat aku terjebak dalam cinta yang sunyi.

Jujur… ingin sekali rasanya aku ungkapkan saja kepada dia tentang semua rahasia yang ada di hatiku. Tentang rasa yang membuat aku bahagia di dekatnya. Tentang kesejukan yang aku rasakan dari binar matanya. Namun… untuk apa aku menanyakan pertanyaan yang aku sudah tahu jawabannya. Dia yang indah pernah bercerita denganku via chatting, tentang seorang cowo yang dia suka. Lantas aku mengambil cermin yang berada di dekatku. Setelah bercermin beberapa saat… Akupun tersenyum sambil berbisik, pasti bukan aku orangnya“.

Beberapa kali akupun mencoba untuk menjauh darinya. Mulai dari chatt yang tidak aku balas, sampai aku tidak lagi menanyakan kabarnya. Namun, aku selalu tidak punya hati untuk membuatnya tersakiti karena sikapku. Aku tidak tega jika harus tiba tiba aku menghilang darinya. Kadang dimalam yang sunyi, entah kenapa aku ingin sekali menanyakan kabarnya. “Dia sedang apa” gumamku. Akhirnya kembali terjadi chatt antara kami berdua di tengah sunyinya malam itu. Dibawah sinar bulan itu, lagi lagi pendirianku untuk melupakannya terpatahkan oleh sebuah rasa rindu.

Tahun itu,,, ada pesan yang aku tuliskan untuknya. Tapi hanya aku gantung pada dinding ruang waktu kala itu. Karena ketidak beranianku menyerahkan pesan itu untuknya.. Maafkan aku….Mengejar cahaya pelangi itu cape yah, semakin kita kejar, semakin menjauh… tanpa tau dimana batas nya.…Awalnya aku kira menggenggam cahaya pelangi itu dapat membahagiakanku…. ternyata melepaskannya pergiĀ  memberikanku ketenanganĀ  yang jauh lebih baik… dan aku, sedang dalam proses untuk bisa merasakan keikhlasan itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.