Melihatmu di Seberang Sana

cinta

Untuk sebagian orang, mengagumi orang yang dia suka adalah suatu kebahagiaan. Meskipun mengaguminya hanya dari jauh, tidak ada kata-kata, dan jatuh dalam kesunyian. Untuk sebagian orang mencintai dalam diam adalah cara terbaik untuk selalu bisa bersamanya, tanpa ada rasa canggung dan tetap bisa melihat senyumnya.

Seperti kisah sahabatku sewakt SMA yang namanya akan gue samarkan. hehehehe, kita panggil aja namanya Nobi, Nobi adalah seorang cowo yang selalu melihat orang tersayangnya dari jarak jauh. Nobi adalah cowo bego yang rela-relanya pada jam istirahat beli jajanan di ujung sekolah hanya untuk melihat senyum manis pujaan hatinya. Meskipun senyum itu bukan untuk Nobi, tetapi nobi sudah sangat bahagia dan semangat untuk masuk kelas kimia setelah istirahat, sampai-sampai nobi menemukan unsur kimia yang baru dan berniat mengusulkannya masuk ke sistem periodik unsur, yaitu C1NT4 (cinta). Nobi kadang suka sengkleksih makanya dia minder untuk berbicara dengan pujaan hatinya.

Cinta kadang membuat kita jadi bego, izin saat mata pelajaran hanya untuk lewat depan kelasnya. Lewat dengan penuh gaya dan sedikit menoleh ke jendela hanya untuk melihat senyumnya yang manis. Hal yang sederhana namun itu mampu menambah semangat dalam pelajaran hehehe. Namun, saat kami lewat depan kelasnya, sialnya jendela kelasnya tertutup gorden dan pintunya juga ketutup. Gue ingat banget tuh bagaimana ekspresi nobi, nobi seakan seperti perwira perang yang sudah siap dengan segala perlengkapan perangnya di kutub utara, namun setelah dia sadar dia berada di kutub selatan, hahahaha. ya nobi seakan seperti perwira cinta yang kalah perang.

Gue pernah bertanya kepada nobi “kenapa kamu mau-maunya mencintai dalam diam, bukankah itu sangat menyiksa batin”. Terus nobi menjawab “aku sangat menyukainya, namun aku bisa apa? melihatnya dari ujung kelas ini saja sudah membuatku bahagia”.

Nobi dan cewe itu sudah lama kenalnya, mereka kenal di perguruan silat yang berada di kota itu, kebetulan gue juga ikut perguruan silat yang sama dengan nobi. Sejak itu nobi seakan terus kepikiran cewe itu. Dari nobi kelas 1 sma, sampai nobi berada di kelas 3. Beruntungnya si cewe itu juga sekolah pada sekolah yang sama dengan nobi.

Nobi pernah cerita dengan gue, dia mengatakan bahwa Cewe itu memiliki paras yang cantik, cewe berhijab yang ketika dia tersenyum seakan cahaya-cahaya surga turun kebumi dan bersinar di dekatnya. hmmm, berlebihan sih menurut gue namun dari ucapan nya itu, kadang cinta dapat membuat kita menjadi puitis karena keindahan-keindahan cinta itu sulit ditafsirkan oleh kalimat biasa saja. perlu penalaran yang lebih tinggi untuk menafsikan arti cinta.

Kelas nobi berseberangan dengan kelas cewe itu, sehingga nobi sering duduk didepan kelas hanya untuk melihat cewenya itu ngobrol dengan teman di kelasnya yang berada di seberang sana. Namun entah kenapa cowo saat SMA itu seperti kekanak-kanakan saat punya cewe yang dia taksir, contohnya si nobi yang awalnya tidak pernah mau ikut bermain basket, malah sok-sokan bermain basket karena lapangan basket itu berada di depan kelas cewe yang dia taksir, alhasil nobi keseleo pada kakinya karena kurang pemanasan, hahahaha.

“lu sih sok-sok an main basket, main PS aja lo keselo jarinya, hahahah” kata gue saat didekatnya.

Terus nobi menjawab dengan ke sombongannya “Ketika kita mencintai seseorang, kita seakan seperti orang yang berbeda hanya untuk menarik perhatiannya”.

Terus gue jawab lagi “kok cintamu palsu ?”.

Nobi menjawab lagi dengan keangkuhannya “itu bukan paslu, itu adalah perjuangan”.

Terus dia menepuk pundak gue dan ekspresinya seperti mario teguh yang kurang minum air.

Nobi dan cewe itu adalah teman yang dekat, percakapan mereka hanya sebatas teman, adek dan kaka yang bertemu di perguruan pencak silat. Namun nobi sama sekali tidak berani untuk ngomong bahwa dia itu sangat menyukai cewe itu. Nobi pernah bilang ke gue “kalau gue ngomong cinta sama dia, apakah dia akan terus bersama gue, gue takut dia akan menjauh”. Terlebih nobi adala cowo yang memegang teguh prinsip untuk tidak pacaaran.

Nobi dan cewe itu ibarat 2 pesawat tempur yang sedang berpapasan di langit, penuh ketegangan, tanpa bicara bagaimana kabar satu sama lain, namun takut salah satunya akan pergi untuk selama lamanya. Cinta dalam diam berarti kita harus ikhlas merelakannya, jika orang yang kita suka pergi untuk bahagia bersama yang lain. Karena sesuatu yang diam itu hanya dirasakan oleh salah satu pihak, dan lebih sakit lagi jika orang yang kita sukai dalam diam tidak merasakan apa-apa. Sebuah rasa yang hanya kita sendiri yang merasakannya. Cinta dalam diam membuat kita mencari tahu apa kesukaannya, meskipun dia tidak peduli dengan kita. Cinta dalam diam membuat kita tersenyum kepadanya meskipun dia tidak tersenyum untuk kita.

Nobi adalah orang yang tidak terlalu tampan, sedangkan cewe itu adalah primadona di sekolah dengan kecantikannya, dan ucapan nobi yang saya ingat adalah “Orang seperti gue bisa apa untuk mendapatkan cewe secantik itu,gue belum bisa membahagiakannya, gue belum mapan. satu satunya hal yang bisa gue lakukan adalah memendam rasa ini”. Ucapan nobi itu membuat gue mengerti tentang sebuah cinta adalah cinta itu akan pas ketika kita sudah satu frequensi dengannya. Entah itu sudah mapan untuk membahagiakannya, entah itu sudah siap untuk membina rumah tangga. Satu frequensi artinya kita sudah bisa untuk membahagiakannya secara lahir maupun batin.

Tidak seperti anak-anak alay lainnya yang begitu cepatnya pacaran tanpa memikirkan sebab akibatnya. Uang masih meminta pada orang tua, jajan masih merengek pada orang tua dan pacaran selayaknya orang dewasa. Padahal dari segi kemapanan dan kesiapan masih belum mampu untuk membina rumah tangga.

Nobi adalah orang yang memendam rasanya yang begitu besar untuk mematuhi prinsip untuk tidak membina hubungan jika belum siap. Nobi rela tersiksa batinnya untuk merelakan cinta yang selama ini dia idam idamkan.

Nobi selalu semangat mengikuti ekstrakulikuler seperti pramuka, paskibraka, silat hanya untuk melihat senyuman cewe itu. Mereka dekat, namun hanya sebatas sebagai teman. dan nobi menerima itu semua karena dia takut kehilangan cewe itu.

Pada akhir dari kisah nobi tahun terakhir di SMA, nobi masih menjadi teman dekat dengan cewe itu. Rasa yang begitu indah tumbuh subur dalam hati disimpan rapat oleh nobi. Berharap ketika sudah bekerja nanti akan datang kembali untuk menanyakan cinta cewe itu. Nobi pun lulus dari SMA itu meninggalkan sebuah rasa yang hanya Nobi saja yang tahu. Tanpa sepengetahuan Cewe itu, ada ruangan cinta dan ketulusan untuknya yang sudah disiapkan nobi di hatinya dengan rapih khusus untuk cewe itu.

Beberapa tahun berlalu, Nobi pun menjadi lulusan salah satu tenaga kesehatan, namun cewe yang sedari dulu dia idam-idamkan sudah bahagia dengan orang lain. Dan semua rasa cinta dan ketulusuan untuk cewe itu harus di kubur dalam dalam oleh nobi, dan cewe itu tidak mengetahui rahasia besar nobi untuknya sampai detik ini.

Nobi bilang ke gue ” Cinta yang dewasa itu adalah cinta yang tidak memaksakan dia untuk menjadi milik kita, gue yakin tuhan akan menghadirkan cinta yang lebih baik untuk gue, karena gue udah siap”.

yah, balik lagi pada prinsipnya, cinta dalam diam berarti harus rela merelakannya untuk pergi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *