Kesempatan

catatansenja

Kamu tahu dunia pararel? itu loh… sebuah dunia lain yang berada di dimensi yang berbeda dari yang kita tempati sekarang ini. Pada dunia pararel itu, ada orang yang seperti kita. Namun, melakukan hal yang berbeda dari yang kita lakukan di dimensi ini. Terlepas kamu percaya atau tidak… Seandainya dunia pararel itu benar-benar ada. Mungkin ada alternatif kehidupan yang mempertemukan aku dengan dia yang aku suka. Di dunia itu kami tidak hanya sekedar bertemu dan berpisah. Pada dunia itu mungkin saja aku dan dia akan hidup bahagia bersama.

Tidak seperti dimensi yang kami tempati sekarang ini. Menjadi seseoarang yang palsu itu tidak sesederhana itu. Mencoba tersenyum saat bersama dia agar memberi sebuah tanda bahwa semuanya yang berjalan di linimasa ini baik-baik saja. Padahal ada hati yang patah oleh ikatan persahabatan. Dia Pernah bercerita tentang seseorang yang dulu melukai hatinya yang cantik itu. Aku lantas berpikir… Betapa beruntungnya laki-laki itu yang pernah dipercayakan wanita seindah dia untuk melabuhkan hatinya walau hanya sebentar... lantas… Kenapa aku tidak pernah sama sekali untuk mendapatkan kesempatan itu.

Ketika cinta datang menghampiri, Kenapa aku menjatuhkan hati pada dia yang tidak bisa aku miliki. Kenapa rasa ini muncul kepada dia yang berlebihan untuk aku yang sederhana ini. Kilauan cahaya bintang-bintang membuyarkan sebuah fakta bahwa bumi tak pernah bisa mendekati matahari. kilauan indah cahaya bintang itu seakan menjadi ilusi sebuah pengharapan tentang dua unsur yang bisa bersama dan bahagia. Pengharapan yang biasa disebut insan dibumi dengan kesempatan.

Jika dunia pararel itu benar-benar benar ada… Jauh dilubuk hatiku yang paling dalam merasa betapa beruntung nya mereka berdua yang berada pada dimensi itu. Jauh dilubuk hatiku yang paling dalam ingin rasanya meninggalkan dimensi ini menuju dimensi baru dimana kesempatan itu hadir ditengah pertemuan kami berdua. Dimensi baru dimana aku bisa lebih lama untuk melihat binar matanya. Dimensi baru dimana kehadiranku diharapkan olehnya. Sebuah dimensi dimana kami berdua akan hidup bahagia.

Terlintas tentang malam yang sunyi dari dekapan manusia. Suara alam yang menghiasi gelapnya malam itu. Menjadi rahasia alam semesta tentang betapa teganya warna yang indah itu ikut hilang ditelan gelap. Entah karena warna itu tidak punya kesempatan untuk menetap… Atau memang sang warna itu memang tidak memiliki niat dari relung hatinya untuk menetap.

Kadang aku takut perasaan ini tetap melekat dihatiku begitu lama. Karena jika suatu saat nanti aku bersama seorang wanita lain. Aku takut, nanti aku akan menjadi seseorang yang palsu. Jika bersama seseorang itu membuat kamu menjadi orang yang beda.. percayalah…rasa cintapun akan hilang seiring dengan berjalannya waktu. Karena kamu terus menerus menjadi seseorang yang palsu hanya untuk menyenangkan hati dia yang kamu suka.

Menungu kesempatan itu berat ya… Kita tidak tahu kapan kesempatan itu datang. Yang lebih sakit dari itu adalah kita tidak tahu apakah kesempatan itu benar-benar ada. Derasnya suara ombak dilaut tetap saja tidak akan sampai ketelinga bulan. Sebagaimanapun ombak itu berusaha keras menyampaikan pesan tentang betapa indahnya bulan itu dimalam hari.

Imajinasi liar menembus keimanan. Mengusik sebuah catatan yang tertulis dilangit yang jauh. Aku takut pada akhirnya imajinasi itu membawaku pada kesombongan untuk menantang pemilik alam semesta. Begitu berat memang bahasan kali ini. Namun jika kita menilik kebelakang… Patut dipertanyakan tentang siapa kita sebenarnya. Apa hak kita di dunia ini untuk bersikeras berjalan pada kemauan sendiri. Siapa tahu dia yang meninggalkan kita memang yang terbaik untuk kita. Siapa tahu akan ada orang lain yang sedang dalam perjalanan untuk bisa bahagia bersama kita.

Terimakasih sudah hadir di blok ini.

Salam hangat, Founder of catatansenja.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.