Detik Terakhir

catatan senja

Depan dan belakang, Kiri dan kanan. Kehadirannya yang selalu ada didekatku. Namun, tetap saja mulutku tidak bisa mengungkapkan rasa kepadanya. Adakalanya dalam hidup kita memiliki sebuah cinta yang rahasia. cinta yang dibungkam keadaan. Karena takut ketika kamu mengungkapkan itu dia akan mejauh darimu. seperti aku dan dia. Sebuah rasa yang menggelegar dalam hati namun tidak terdengar oleh telinga.

Tahun itu, tibalah saat aku dan dia tidak bertemu lagi di bangku pendidikan. 3 tahun yang kita lewati hanya berlalu begitu saja. Tanpa sebuah kalimat muncul dari mulutku bahwa dari awal kami bertemu aku sudah menyukainya sejuta kali dalam sehari, caelah lebay amat. heheh. Namun, tidak mudah untuk menyimpan sebuah rasa dalam bertahun tahun dalam rahasia. Tidak aku sangka kisah kami berlalu begitu saja, padahal aku dan dia sudah dekat. Tapi siapalah aku yang berani untuk mengungkapkan sebuah rasa yang tidak penting untuknya.

Di acara terakhir kami beremu saat penutupan pendidikan itu, aku dan dia sangat dekat. Senyumannya yang indah membuat aku tidak dapat bergerak dalam ruang dan waktu ini. Di detik-detik terakhir ini aku ingin sekali berphoto denganya. Untuk kenanganku nanti jika aku tidak bisa bertemu dengannya lagi. Karena tempat kami terpisah jauh. yah, aku harus mengikhlaskan sebuah fakta bawha aku dan dia akan terpisah jauh. Tanpa tahu kapan harus bertemu lagi, karena kami sudah tidak terikat di pendidikan itu.

Di detik- detik terakhir itu. Aku memandangnya sedikit lebih lama, agar aku tidak melupakan kenangan tentang aku, dia dan ruangan yang megah itu. Di waktu itu, entah kenapa aku merasakan ada yang hilang tapi tidak tahu apa yang hilang. Entah kenapa aku merasakan perasaan yang sedih tapi tidak tahu apa yang membuat sedih.

Seakan aku tidak bisa bertemu dengannya untuk waktu yang lama. Pertanyaan mengalir dikepalaku, apakah bisa suatu saat nanti kami bersama saat aku dan dia sudah siap. Dan pertanyaan mendasar yang sampai sekarang belum terjawab, apakah dia mau denganku, hahaha. untuk waktu yang lama itu apakah dia akan bahagia bersama orang lain. Apakah aku suatu saat nanti akan menerima undangan pernikahan dia dengan orang lain. hufh, pertanyaan ini sungguh membuat aku sedih.

Namun, anehnya aku… Di detik-detik terakhir itu aku malah mengulur waktu untuk mencari tempat yang pas untuk kami berphoto. Mencari background yang pas dan cahaya yang pas. Setelah beberapa puluh menit, akhirnya aku menemukan tempat berphoto yang pas, namun ternyata dia sudah pulang duluan. Hadeuh… Di detik detik terakhir ini bahkan semesta tidak mengizinkan aku untuk membuat kenangan dengannya melalui sebuah photo itu.

Ada sebuah penyesalan yang hadir dalam diriku. Kenapa saat itu aku tidak jujur saja kepadanya. Tentang sebuah rasa yang bermekaran dihatiku untuknya. Tentang ruang dan waktu yang terhenti karena ada dia didekatku. Tentang sebuah masa yang indah yang aku rasakan selama pendidikan itu. Yaaaah, lagi-lagi jika mengingat mantan nya yang ganteng, aku merasa tidak pantas untuk jujur kepada dirinya. Kadang good looking lebih membahagiakan daripada perhatian. Disisi lain aku bersyukur untuk tidak jujur di tahun itu, Karena aku dan dia bisa berteman lebih lama.

Yah sekali lagi dalam cinta dalam diam. Kita harus mengikhlaskan fakta yang akan terjadi di masa depan. Sebuah kebahagiaan yang disembunyikan dalam diam akan sangat memungkinkan mendapatkan sebuah rasa sakit yang disembunyikan dalam diam juga. Bila nanti besok hari aku menemukan kamu bahagia ( caelah kaya lirik lagu). Mungkin di saat itulah aku benar benar mengucapkan salam perpisahan untukmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *