Cinta dan Palsu

catatansenja.com

Hallo… Sudah berapa purnama aku tidak upload di blogku yang tercinta ini. Karena ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Berhubung kumpulan puisiku sudah terkumpul… jadi mau aku uraikan di blog kali ini menjadi sebuah alur. Beberapa waktu yang lalu aku membaca sebuah kata pengantar pada buku Raditya Dika yang beliau tulis dibuku Ubur-Ubur Lembur. Salah satu point pada kata pengantarnya menyebutkan bahwa ketika kita membuat karya itu harus ada hal penting yang ingin kita sampaikan. wooh.. tidak heran Raditya Dika selalu menghasilkan karya yang luar biasa. Kamu tahu siapa Raditia Dika belum?. Ituloh penulis terkenal yang tulisannya jauh dari kata-kata baku sesuai EYD yang harus dipelajarin di Sekolah itu. Tidak ada yang salah dari tulisannya… hal itu membuktikan sebuah kreatifitas yang luar biasa kadang berasal dari sesuatu yang tidak biasa. Yaaa.. tidak salah sih… Dulu ada seseorang yang mengatakan kepadaku bahwa, “kalau kamu ingin mendapat hasil yang berbeda, lakukanlah dengan cara yang berbeda”.

Kali ini aku tertarik ngomongin tentang cinta deh...[bukannya dari dulu ngomongin cinta teros???].. iya sih.. heheh tapi kali ini beda. Ini tentang keresahan saya tentang menyimpangnya makna cinta dari berbagai aspek kehidupan anak muda sekarang ini. pada blog sebelumnya aku pernah nulis bahwasanya cinta itu tentang kebahagiaan. cinta itu bukan paksaan. Kita tidak akan sanggup melihat orang yang kita cinta itu terluka karena sikap kita. Percaya deh.. jika dalam suatu rumah tangga itu sering berantem, sering pukul pukulan, sekaan tidak ada ketentraman didalamnya… kemungkinan besar landasan awal pernikahan mereka bukan karena cinta… tapi nafsu semata.

Manusia itu pasti berubah secara fisik... tapi sebagaimanapun keadaan dia yang kita cintaDia akan selalu menjadi yang terindah untuk hati yang benar-benar mencintainya karena allah. Makanya sebuah hubungan yang didasari nafsu yang melimpah diawal itu sangat berbahaya… karena ekspetasinya kita akan selalu sebagaimana awal kenal dulu.. padahal tidak… Manusia ditakdirkan berubah secara fisik seiring dengan berputarnya waktu. Eitsss jangan salah.. yang covernya terlihat alim belum tentu baik juga guys. Ada juga pas awal pacaran terlihat alim tapi setelah pernikahan malah mencari perempuan lain karena tidak bisanya mengontrol nafsu. Tidak heran ada oknum pencabulan di pesantren. SUuuut ini rahasia kita aja yah.. Sejatinya karakter seorang cowo itu selalu sama.. Kalau kamu menemukan dia berbeda dari yang kamu kenal sebelumnya itu bukan karena dia berubah… Tapi karena dia berpura-pura baik untuk mendapatkan hatimu. Dia tidak berubah.. hanya saja sifat aslinya baru terbongkar.

Dalam mencari pasangan yang baik itu tentu harus dikulik dulu secara agamanyakenapa…? karena cowo yang memahami agama islam dengan baik dia akan mencoba dan berusaha untuk selalu menjalankan sunnah nabi. Sunah nabi yang sering kaum adam lupakan adalah membantu istri nyuci piring, nyuci baju, masak, jahit baju sendiri kalau bisa, dan lain-lain. Entah ajaran dari siapa yang mengharuskan istri selalu menangani semua pekerjaan rumah, sementara suaminya asyik bermain game atau main footsal diluar. (paragraf ini saya khususkan untuk yang beragama muslim).

Ada juga nih si cewe yang menolak cowo pacaran dengan dalih, “aku gak mau pacaran dulu, aku mau fokus belajar, gak boleh pacaran”… hmmm gak salah sih ukhtiii.. karena sejatinya pacaran adalah hal yang diharamkan dalam islam. tapiiiiiii… Beberapa minggu kemudian ukhtii ini update story jalan sama cowo lain dengan caption love.. haduh ukhtiiii.

Nah aku jadi tertarik deh ngomongin tentang penolakan ini. Coba renungkan dalam hati kalian. Kalian menolak yang datang dengan niat baik..lets say ingin serius gitu.. kalian tolak nih dengan dalih bla bla bla.. Terus kalian update story bertuliskan,” yang menurut kita baik belum tentu menurut allah baik, semoga kita mendapatkan yang terbaik pilihan allah”.. kalimat itu benar sekali, tidak ada yang salah. tapi.. kamu tahu dia terbaik atau tidak dari mana….? Siapa tahu yang kamu tolak itu adalah dia yang akan membahagiakanmu..Siapa tahu dia yang tuhan hadirkan untuk menghapus kesedihanmu. Pertanyaan selanjutnya adalah… Kamu menolak dia karena berlandasan penilaian akhlak dan kepribadiannya yang belum cocok atau karena fisik dan penampilannya yang bukan type mu? (burik). Hmmm…. Dimanakah implementasi makna, “menurut kita baik, belum tentu menurut allah juga baik, menurut kita tidak baik belum tentu menurut allah juga tidak baik”.

Tidak salah sih tentang penampilan ini jadi penilaianmu dalam mencari pasangan karena kebahagiaan orang itu berbeda- beda.. Tapi, Kamu mungkin melewatkan seseorang yang tulus mencintaimu apa adanya, selalu berusaha ingin kamu bahagia, dan yang menerima seluruh kekuranganmu. Sedangkan kamu tidak bisa menerima kekurangannya dan hanya menilai fisiknya saja. Mungkin kamu dimata orang lain tidak sespesial itu karena mereka tahu kekuranganmu. Tapi dia bisa menerima kekuranganmu yang menjadikan kamu terlihat sangat indah dan spesial. Sekali lagi, tidak ada manusia yang sempurna. Jika ada yang bahagia dengan kekuranganmu.. hmmm mungkin dia adalah yang tuhan takdirkan untukmu bahagia.

"Aku menyukaimu dengan tumpahan warna-warni keindahan,
   Sedangkan kamu Mewarnaiku hanya dengan hitam dan putih..."

Antara cinta dan kepalsuan sekarang ini sangat sulit untuk membedakan mana yang benar cinta dan mana yang palsu. Mengatas namakan cinta padahal hanya nafsu semata. Sesuatu yang dimulai tidak baik…Apakah hasilnya nanti akan baik juga? pernah dengar kalimat seperti ini, “Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai”.

Penolakan itu harus benar-benar kamu pikirkan. Jangan sampai penolakan itu membuat kamu menyesal dikemudian hari. Penolakan yang paling rasional adalah karena akhlak, kepribadian, dan niat diawalnya jelek. Tapi coba pikirkan lagi langkahmu jika kamu menolaknya hanya karena fisik semata.

"Aku menjadi lentera dimalammu,
  untuk kamu yang lebih menyukai cahaya fajar".

Sungguh beruntung jika kamu menemukan seseorang yang tepat dan mencintaimu dengan tulus. Kulit kian keriput dan rambut mulai memutih tapi rasa cinta tak lekang oleh waktu. Bahkan yang lebih epik dari itu… Cinta itu menggema sampai surga.. bahagia bersama dia yang kamu suka di surga allah kela, AAmiin…

Tapi sekali lagi.. Kebahagiaan itu kadang berasal dari fisik.. Tidak ada yang salah dari itu.. karena itu manusiawi. Untuk kamu yang ditolak.. Jangan sampai menyimpan dendam, kalau kamu terus terusan memelihara dendam. Sedikit demi sedikit kamu akan tenggelam dalam ketidak nyamanan. Kalau kamu bukan pilihan hatinya.. ya sudah.. Doakan saja yang terbaik untuknya. Semoga dia berbahagia selalu. Ingat… Cinta itu tentang kebahagiaan kamu dan dia.. untuk apa memaksa dia yang tidak bahagia hidup dengan kita. kalau kamu ingin dia menderita karena emosimu… Berarti tujuan awalmu itu bukan cinta. Tapi nafsu semata.

"Tak lekang oleh waktu rasa kagumku...
     Menjatuhkanku pada rasa yang damai...
  Membuat aku lupa tentang rasa perihnya jatuh itu...
     Karena damaimu membuat indah hujanku...
  Meski pada akhirnya harus mencicipi dekapan demam..."


Salam hangat semuanya.. semoga bisa bertemu lagi dilain kesempatan.

-Founder of catatansenja.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.