Cinta dan Kebodohan

cinta bodoh

Banyak orang yang merasa sudah mengenal arti dari sebuah cinta, rela berkorban demi pujaan hatinya. Patah hati berhari-hari karena ditinggal kekasihnya. Rela melawan orang tua hanya untuk bersama belahan jiwanya. Sebenernya jika kita bedah lagi secara logis, cinta adalah untaian kata yang menyambung menjadi sebuah bait bait puisi yang indah. Banyak orang yang berpendapat cinta adalah sebuah perasaan yang tidak bisa di tafsir menggunakan logika, namun pada nyatanya cinta yang tidak ditafsir menggunakan logika kebanyakan berakhir pada jurang yang dalam.

Apa maksudnya ditafsir menggunakan logika? yup betul cinta yang ditelaah secara akal sehat dan dari segi agamis. Dua hal yang sering orang lupakan. Ayo kita bahas satu-satu:

pertama dari sisi akal sehat, bagaimana sebuah ikatan bisa berharmoni pada pemikiran dan tingkah laku yang tidak keluar dari norma-norma kehidupan. Bisa kita lihat bagaimana sekarang ini, banyak anak-anak SD ataupun SMP yang sudah mempunyai panggilan ayah dan mamah , itu jijik banget buat gue. Bisa kita lihat bagaimana anak kuliahan yang mentraktir pacarnya nonton atau makan ataupun membelikan pacarnya barang barang kesukaannya, sedangkan ibu bapa nya dikampung bekerja keras untuk biaya perkuliahannya. kasus diatas saya bahas khusus untuk mereka yang pacaran gaya hedon tapi tidak punya pekerjaan dan hanya meminta pada orang tua. Gunakanlah akal sehat dalam memilih hubungan, ketika semuanya sudah siap dan matang. ketika kamu memaksakan cinta tapi belum waktunya biasanya akan banyak masalah yang menyertai. Kamu sudah banyak keluar biaya hanya untuk menjaga jodoh orang lain, terlebih yang kamu lakukan itu penuh dengan unsur dosa yang menyertai setiap langkahmu. ketika kamu sudah siap untuk mengucapkan janji kepada diri sendiri, kepadanya, kepada keluargamu, kepada keluarganya untuk selalu membahagiakan pasanganmu, selalu menjaganya, berusaha untuk tidak membuatnya bersedih, disaat itulah berada sebuah tempat dimana cinta yang disebut satu frequensi. cinta satu frequensi adalah cinta yang diridhoi oleh allah dan bersama pada saat yang tepat.

Kedua dari sisi agamis, banyak kita temui banyak ayat dari dalam kitab suci alquran tentang menjauhi sesuatu yang berbentuk maksiat. Maksiat yang paling dekat dengan pacaran adalah zina, bahkan sampai turun ayat untuk menjauhi zina karena sangat berbahaya untuk fisik dan batin. mungkin kalian para ukhti banyak mendapat cibiran ” halah, sok Alim, dicium aja gak mau, nanti jadi perawan tua loh”, heheh udah jangan dengarkan meraka berbicara, karena kadang manusia lebih setan daripada setan, hahaha. kita berpegang teguh aja pada yang tertulis di kitab suci kita, tentang menjaga sebuah ikatan dalam jalan yang benar. Yakin aja sama allah akan mempertemukan kita dengan seseorang yang terpilih jika kita mengikuti jalan yang benar. kebayang gak para ukhti jika dipertemukan dengan cowok yang tidak mengenal agama, menikahimu hanya karena hawa nafsu semata, jangan heran jika ada masalah dia tidak lari ke allah tapi main tangan dan menamparmu untuk melampiaskan kekesalannya. banyak kok kasus nya dilapangan hehehe. jadi cinta yang dipilih harus berlandaskan bagaimana sebuah iman bermain didalamnya.

Menurutsaya hubungan yang katanya “Kami tidak pacaran, tapi kami komitmen”, thast is bullshit man, damnn… itu hanyalah kata pengalihan dari sebuah maksiat yang berlindung dibalik kata agama. yang namanya komitmen itu tidak jalan berdua, chattingan penuh mesra, dan berbicara penuh dengan rayuan rayuan tentang cinta. cinta yang sesungguhnya adalah ketika dua keluarga bertemu dan menyusun rencana untuk dua hati itu bersama.

Semoga kita dipertemukan dengan seseorang yang dapat menjadi obat ketika kita lelah, yang menjadi penenag ketika kita sedih, menjadi sandaran kita kita terjatuh. Seseorang yang allah datangkan kepada kita, berjalan di jalan yang benar. AAMIIN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *