Bukan Semesta Yang Salah

catatan senja

Sebuah senyuman yang membekas dihati itu tidak mudah untuk dilupakan. Sebuah rasa yang suci muncul karena hal sederhana. Menggoreskan kenangan indah pada batin yang sunyi itu. Namun, terkadang goresan indah itu hadir di hati sebelah pihak saja. Sementara hati yang lain hanya menganggap rasa itu biasa saja. Menyukai seseorang itu sangat random. Kita tidak dapat memilih dengan siapa kita menjatuhkan hati. Seperti aku yang sudah ceroboh menjatuhkan hati kepadanya.

Bukan…. Bukan semesta yang salah karena mempertemukan Kami dalam ruang waktu ini. Bukan cahaya senja hari yang salah, dengan keanggunannya memberikan nuansa indah yang mengilhami hatiku untuk memilihnya ketika cinta datang di setiap detakan relung sukmaku yang paling dalam. Bukan kampus itu yang salah karena mempertemukan aku dengannya dalam berbagai kegiatan non akademik. Bukan Program studi itu yang salah karena mempertemukan aku dengannya dalam satu kelas selama beberapa tahun. Bukan kelas itu yang salah karena menghadirkan atmosfir keindahan saat aku melihatnya saat perkuliahan berlangsung. Bukan mata kuliah itu yang salah karena saat perkuliahan berlangsung, aku bisa duduk berdekatan dengannya. Yang salah adalah aku manusia biasa yang tidak sempurna dan banyak kurangnya ini, kesombonganku lah yang berlebihan untuk mengharapkan seseorang yang mendekati kata sempurna dimataku.

Rasa yang aku kirimkan pada semesta. Berharap rasa itu dapat balasan tentang jalanku untuk mudah menuju kehatinya. Aku yakin.. Doaku tentangnya meskipun tidak terdengar penduduk bumi, tapi mengaum bebas di angkasa. Mendesak cakrawala segera memberikan jawabannya. Namun…. sampai sekarang aku belum menemukan jawaban itu. Apakah aku dan dia akan berakhir menjadi dua orang yang saling melenkapi atau tidak. Dan aku…. Mencoba memahami berbagai literasi yang semesta isyaratkan. Tentang pesan rasa dariku yang tidak pernah sampai kelubuk hatinya yang paling dalam.

Einstein pernah mendebat gurunya, mengakatakn bahwa “sebenarnya bayangan itu tidak ada, yang ada hanyalah ketiadaan cahaya”. Lantas aku bertanya dalam hati, ” apakah patah hati itu tidak ada, yang ada hanyalah ketiadaan timbal balik rasa darinya”. Jika kita menjabarkan makna cinta lebih dalam tentunya tidak pernah cukup tulisan di catatan senja ini untuk menggambarkan makna cinta itu. Cinta itu seperti air, tidak berbentuk, mudah berubah…dan penuh misteri yang disembunyikan alam semesta.

Tentang ruang waktu…. Aku kadang bertanya.. Kenapa ruang waktu mempertemukan aku dengan seseorang yang tidak bisa aku miliki. Kenapa rasa ini muncul kepada seseorang yang berlebihan untukku yang sederhana ini. Ketika aku bersama dia… Aku seperti melihat batasan diantara kami…. Seperti…. Aku hanya bisa mengaguminya dari jauh. Memandang senyumnya itu memberikanku kebahagiaan tersendiri. Meski dia tidak pernah tahu berapa banyak puisi yang aku tuliskan padanya. Meski dia tidak pernah tahu betapa khawatirnya aku ketika melihat dia sedih. Saat duduk berdekatan dengannya…dia tidak pernah tahu setengah matinya aku memendam rasa ini agar tidak terlihat betapa sukanya aku terhadap dia.

Katanya pertemuan itu tidak pernah salah. Tuhan tidak pernah salah dalam mengatur hidup ini… Dengan siapa kita bertemu pasti punya makna yang mendalam. Cerita apik yang tuhan tuliskan tentang hidup kita. Sampai sekarang aku mencari tahu…. Kenapa aku bisa bertemu dengannya… Apa alasan dibalik pertemuan aku dengannya. Kenapa dari sekian banyak nya wanita… Kenapa dia yang hatiku pilih ketika cinta datang menghampiri. Memendam rasa dalam sunyi itu berat.. Percaya deh.

Kamu tahu gak.. kadang ketika kita jatuh cinta.. Kita seperti davinchi yang membuat code rahasia. Berharap dia paham dan membalas code-code yang kita buat. Aku beberapa kali membuat code rahasia tentang rasa ku terhadapnya melalui beberapa video. Video code yang paling terang-terangan tentang dia ada di video yang aku buat untuk memorial 1 angkatanku saat kuliah. Pada video tersebut aku membuat semacam puisi video yang membuat kami mengingat kembali memorial saat kuliah. Pada video tersebut aku sering menyelipkan pesan rasa dariku. Aku cocokan pesan itu dengan video dan photo dia saat kuliah maupun wisuda. Seolah aku menyampaikan kepada dia tentang rasa yang aku pendam selama ini. Dan pada akhirnya aku sadar…. pesan-pesan itu tidak pernah sampai kedalam lubuk hatinya. Tidak ada yang dia sadari dari video tersebut… Dia mengatakan video itu bagus… Namun hanya sebatas bagus… Tidak ada tanggapan pesan suci dariku untuknya.

Namun, tidak ada sesal tentang pertemuan aku dan dia. Pertemuan yang membawa aku beranjak dewasa. Memikirkan tentang tidak hanya kebahagiaanku saja. Tapi disisi lain aku juga memikirkan apakah dia akan bahagia denganku… oiya lupa.. dianya juga belum tentu mau denganku sih.. awok awok awok…. Namun terlepas dari persoalan dia mau atau tidak denganku… Bagiku bertemu dengannya di tahun awal kami kuliah adalah jalan indah yang tuhan tuliskan. Mengajarkan aku tentang bahagianya bertemu dengan seorang yang sangat aku suka… dan disisi lain aku belajar untu mengikhlaskan sesuatu yang sangat aku suka. Karena tidak ada cinta yang lebih tinggi dari cinta kita kepada pemilik alam semesta ini. Mungkin rasa sakit tentnag ketidak bisaan kita dengan dia yang kita suka adalah pelajaran untuk tidak terlalu berharap pada manusia.

Jujur… Jika seandainya aku dikasih kesempatan oleh tuhan untuk memulai kehidupan yang baru sekali lagi. Pastilah aku akan tetap memilih untuk bertemu dengan dia. Pasti aku akan mencari dia lagi. Meskipun dia tidak ingat dengan aku. Meskipun dia berada di perkuliahan yang berbeda. Karena aku menemukan warna baru dalam hidup, saat aku satu ruangan perkuliahan dengannya. Warna yang menemani aku dalam bertumbuh dewasa. Warna yang mengajarkan aku tentang cinta tidak harus memiliki. Jika bertemu dengan dia adalah kesalahan. Maka itu adalah kesalahan terindahku.

Salam hangat

founder of

-catatansenja.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.