Bertepuk Sebelah Tangan

catatansenja

Albert Einstain pernah berkata tentang kegelapan itu sebenarnya tidak ada, yang ada hanyalah ketiadaan cahaya. Kita semua menganggap kegelapan itu selalu ada di sekitar kita, menemani hari-hari kita, nyatanya itu hanyalah ilusi fana karena cahaya tidak menampakan diri nya didekat kita.

Menurutku Cinta yang Bertepuk sebelah tangan juga tidak ada, yang ada hanyalah ketiadaan rasa dari orang yang kamu suka. Menganggap rasa yang kamu rasakan “sama” dengan dia… nyatanya tidak… rasa itu hanya kamu sendiri yang merasakan, kamu jatuh pada ilusi yang kamu buat sendiri. Pada akhirnya kamu merasa bahwa dia ninggalin kamu, nyatanya dari awal dia tidak pernah ada rasa dengan kamu.

Suara muncul karena dua atau lebih benda bertemu dalam suatu momentum sehingga terjadi getaran yang menghantarkan suara pada frequensi tertentu ke gendang telingamu, sehingga kamu bisa mendengar suara itu. sama seperti halnya cinta, cinta ada karena dua hati bertemu dalam suatu momentum yang menjadikan getaran yang sama dan hadir pada hati dua insan yang Tuhan takdirkan. cinta yang bertepuk sebelah tangan nyatanya bukan cinta, cinta bertepuk sebelah tangan hanyalah satu hati yang tidak bertemu pada hati yang lain di suatu momentum yang Tuhan takdirkan sehingga tidak adanya getaran pada hati yang lain.

Cinta adalah rasa yang dengan ketulusan hadir dari dua insan yang berbeda, bukan dari sebelah pihak yang ingin bahagia sendiri. cinta bertepuk sebelah tangan hanyalah ilusi seperti fatamorgana ketika kamu haus dipadang gurun, kamu melihat sebuah genangan air yang akan menyegarkanmu. nyatanya itu hanyalah ilusi yang hadir karena kamu menginginkannya, bukan berarti kamu dapat memilikinya. Jika kamu hanya terus-terusan sedih di padang gurun tersebut dan merenung kenapa tidak ada air, kamu akan mati kehausan. Kenapa tidak melangkah untuk mencari air yang benar-benar menyegarkanmu ?, bukan hanya ilusi semata.

Cinta yang berepuk sebelah tangan memang sakit, kamu yang mengahrapkan dia namun terjatuh oleh realita. Terhempas oleh realita yang menyadarkanmu bahwa frequensi yang kamu rasakan selama ini sebenarnya tidak ada, yang ada hanyalah kamu yang terlalu mengharapkan dia sesuai dengan ekspektasi kamu.

Namun pernahkah kita introspeksi diri, kenapa kamu bisa merasakan rasa sakit itu. apakah Tuhan sedang menegurmu… rasa sukamu yang berlebihan kepada dia. bahkan rasa suka itu melebihi rasa cintamu kepada Tuhan. apakah Tuhan menghadirkan rasa sakit itu karena ingin mendekatkan kita kembali dengan Tuhan. Karena sejatinya rasa suka yang berlebihan itu tidak baik kepada pasangan yang belum halal.

Pernahkah kamu yakin 100% kepada Tuhan? tentang keikhlasan kamu melepaskan dia yang tidak memperdulikanmu. Tuhan sedang mempersiapkan satu hati yang nanti akan bertemu pada suatu momentum yang pas sehingga menghadirkan getaran yang menyegarkan kehidupanmu.

Doakan saja dia yang tidak memperdulikanmu untuk bahagia selalu, dia tidak salah,… hanya saja dia tidak ingin hidup bersama denganmu. Itu adalah hak dia untuk memilih. dan kamu memiliki hak juga untuk bahagia.

Dariku yang menulis pesan ini…

Untukmu yang mungkin sedang tersakiti….

Selamat berbahagia kembali untukmu…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *