Berkarya Lewat Tiktok?

tiktok

Di Era sekarang. TIKTOK seakan menjadi aplikasi menonton yang diminati banyak masyarakat. Tidak hanya masyarakat indonesia, tapi masyarakat di berbagai belahan dunia. Tidak ada yang salah dari hobby mereka menggunakan tiktok sebagai media hiburan melepas penat. Namun sadar tidak ?, Pengguna tiktok indonesia ini sangat aneh-aneh. Mulai dari berbagi informasi, namun berbagi informasinya harus joget-joget memamerkan tubuh nya. Sampai pada keanehan yang luar biasa absurdnya, yaitu dengan react video orang lain. Tapi react nya dengan menempel video orang itu di atas dan video muka dia terpampang besar di bawah video yang dia react tadi. Dan dia hanya nunjuk-nujuk sambil berikan komentar. Sadar tidak betapa tidak punya etika nya orang ini tinggal tempel video orang lain tanpa sumber asalnya dari mana. Apalagi kebanyakan yang react nya hanya nonton doang video nya tanpa bicara apa-apa. Betapa mudahnya comot video orang yah.

Biasanya yang joget-joget ini adalah para ukhti-ukhti, demi mendapatkan like dan komen. Dan anda dapat melihat komentar yang tidak berpendidikan dan bermoralnya bangsa kita pada postingan tersebut, “Ada yang menonjol tapi bukan gunung, ada yang bulat tapi bukan tekad, dan komentar lainnya”. Betapa pedasnya omongan kaum nafsuan di tiktok ini. saya kasihan dengan orang tua si gadis ini yang akan mendapatkan dosa nya di akhirat nanti. semoga kita bisa menjaga keluarga kita dengan share yang baik-baik saja.

Saya heran, bagaimana konsep memberikan informasi, dengan menunjuk nunjuk materi sambil joget-joget. Apa korelasinya coba? apakah dengan joget-joget tersebut kita bisa lebih paham dengan materi? berarti di kuliahan dosen gak usah ngajar seperti biasanya, tapi joget-joget aja didepan kelas. Dan lebih anehnya lagunya bukan lagu untuk belajar, tapi lagu jedag-jedug lagi.

Saya lebih heran, kenapa ada yang kepikiran konsep react yang kaya orang gak makan itu. cuma naroh video orang lain di atas videonya,,, teruss nunjuk nunjuk video itu. kadang ngomong nya hanya mengomentari video orang lain tersebut sambil nunjuk-nujuk. Terus muka dia yang reac gede banget halangin layar. Benci banget gue apalagi kalau reactnya hanya plonga-plongo doang kaya presiden konoha yang punya bendera merah putih. Betapa tidak punya etikanya nyolong video orang. Dan yang membuat video aslinya malah kalah trending dari mereka yang react dan paling parahnya tidak dikasih sumber video yang mereka react, KAN G*BL*K (sensor kata tidak pantas)…. dan banyaaaaaak lagi penontonnya… heran saya yang error ini kontent kreatornya atau para penontonnya….

Saya bertanya, kenapa pemerintah sekarang lebih suka untuk melakukan lomba dan beberapa even di tiktok? Kenapaaa……? kita punya aplikasi mirip instagram karya anak bangsa sendiri bernama “SESTYC”. Gak di supportttt oleh pemerintah. kenapa tidak melalukan event lomba atau apapun itu di sosmed buatan kita sendiri. Kenapa harus pakai punya orang.

Saya yakin kalau Jackma tinggal di Indonesia mungkin gak akan sekaya sekarang dengan amazoon nya. karena di china sana jackma di support oleh negara nya. Produk buatan lokal harus menguasai pasar negaranya dulu, baru menggunakan produk buatan orang luar negeri. Betapa sulitnya produk buatan negeri bersaing dengan produk luar.

Saya tahu, tidak semua orang di tiktok melakukan hal joget-joget semata. Ada juga yang melakukan edukasi melalui media tiktok. Namun, TIDAK SE TRENDING JOGEET-JOGEET…..hahahaha….. Mungkin jika artikel ini kalian baca, sudah saatnya kita memakai media sosial buatan negeri. support produk kita sendiri. Dan konten nya harus yang berkualitas. Jangan yang trending hanya mereka yang memamerkan dada atau mereka para kaum laki-laki tapi bertulang lunak. Sadar gak kita menambah dosa setiap hari karena upload video tidak senonoh. setiap detik, menit, jam dosa sealalu bertambah sesuai dengan viewers nya. Saya bukan pemegang kunci surga… Namun saya hanya mengingatkan, semoga kita bisa menjadi lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *