Benarkah Retensi Rekam Medis Itu Artinya Penyusutan di Ruang Inaktif?

Retensi

PERHATIAN: Referensi bisa di download di bagian bawah

Pernah gak sih kalian berfikiran bahwa Retensi rekam medis itu artinya Mengurangi/memilah rekam medis yang nantinya akan dimusnahkan?. kalau kalian berfikiran seperti itu… sebenernya “wajar” sih… karena tidak jarang saat pembelajaran, kita diajarkan seperti itu oleh Tenaga PMIK di “Rumah sakit” atau oleh tenaga pendidik saat berada di kampus. Bahkan banyak jurnal diluar sana yang mengatakan retensi hanyalah proses pengurangan Rekam Medis (RM) di ruangan inaktif sebelum nanti akan dimusnahkan.

Namun, benarkah hal tersebut?

Jika kita melihat dari arti Retensi di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), “retensi/re·ten·si/ /reténsi/ n 1 artinya penyimpanan; penahanan: setiap arsip ditentukan nya atas dasar nilai kegunaannya; 2 penahanan terus-menerus zat dalam tubuh yang secara normal seharusnya dikeluarkan (seperti kencing)”. Hmmm, lantas dimana kata pengurangan nya, apakah kalian menemukan kata penyusutan disitu? coba kita lihat lagi versi bahasa inggrisnya apa itu Retention, Jika kita artikan, Retention bermakna Penyimpanan jika diartikan ke bahasa indonesia. Apakah anda menemukan kata penyusutan disitu? nyatanya kita tidak menemukan kata pengurangan atau penyusutan disitu.

Sebenernya kurang tepat jika kita membahasakan Retensi itu hanya sebagai suatu kegiatan untuk mengurangi rekam medis di ruang inaktif sebelum dilakukan pemusnahan. Jika kita ambil garis besarnya, retensi adalah kegiatan pengolahan, penyimpanan, dan pemeliharaan (maintenance). Artinya apapun kegiatan proses pengolahan rekam medis itu disebut dengan retensi, tidak hanya menyangkut penyusustan saja. Mungkin ada yang bertanya, terusss bedanya retensi dengan filling apa? yaaa sama aja, filling itu lebih menggambarkan tempat atau unit nya, sementara proses pengolahan berkas rekam medis itu dinamakan dengan retensi.

Unit Filling Rekam Medis

Sementara penyusutan itu adalah pengurangan rekam medis, yang nanti akan dimasukan kedalam ruangan inaktif yang sudah memasuki tahun minimum penyimpanan, minimum penyimpanan yang secara umum tertulis minimal di filling aktif adalah 5 tahun dan inaktif adalah 2 tahun…. yaah, boleh dilakukan penyusutan dan boleh juga tidak tergantung dari kapasitas ruangan yang dimiliki oleh rumahsakit. Jika ruangan nya besar, maka rekam medis bisa disimpan lebih lama.. karena pada dasarnya tidak ada aturan yang mewajibkan tahun sekian harus dilakukan penyusutan dan tahun sekian harus dilakukan pemusnahan, yang ada hanyalah tahun minimum boleh untuk dilakukan penyusutan dan pemusnahan.

Waktu penyusutan dan pemusnahan biasanya berpatokan pada peraturan jadwal pengolahan arsip rekam medis Dirjen Pelayanan Medik nomor HK.00.06.1.5.01160 tahun 1995, aturan ini hanya menyebtukan boleh untuk dimusnahakan, tidak mengatakan wajib untuk dimusnahkan.

Jadwal penyusutan dan pemusnahan

nah, pembahasan retensinya cukup sampai sini yah…. untuk pembahasan pemusnahannya akan kita bahas dilain kesempatan.. oke…

untuk referensi bisa di download di bawah ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *