Aku Cuma Rindu

puisi

Cakrawala yang menyirami bumi dengan sinarnya. Terang cahayanya mengilhami alam bawah sadar seorang pemuda sepertiku. Tentang sebuah rahasia yang menggema dilangit ketujuh. Tentang sunyi yang menggelapkan siang hari. Tentang bunga bunga yang layu di musim semi. Apalah lagi kalimat yang menggambarkan perasaanku. Jauh terusir dari kehidupanmu. Senyumanya dulu seakan memaksaku untuk melepas harapan itu dari genggamanku. Senyumanya yang mengisyaratkan bahwasanya pemuda sepertiku tidak pantas bernaung dibawah kasih sayangnya.

Waktu sudah lama berlalu. Lama diriku ini tidak melihatnya lagi. Bertemu di daerah selatan pada dataran yang kami huni. Kini langit sore hari ku tidak seperti langit sore hari saat aku masih dekat dengannya. Langit sore yang menenangkan bagi siapa saja yang melihatnya. Namun siapalah aku yang berperan sebagai pengemis cintanya. Segala macam usaha yang aku lakukan untuk mendapatkan perhatiannya, tetap akan kalah dengan hal sederhana yang dilakukan seseorang untuknya. Seseorang yang dia suka hadir ditengah kami, seolah lebih jauh menyesatkanku dalam labirin hatinya. Tak kuasa aku mencari jalan untuk keluar dari labirin itu dan memenangkan hatinya.

Apa kabar dia sekarang? pertanyaan itu aku selalu pertanyakan pada bintang diangkasa sewaktu malam hari. Masihkah dia suka over thingking dalam menyelesaikan masalah…? Apakah harinya baik-baik saja…?. Sontak aku membeku ditelan dingin dan gelapnya malam. Untuk apa aku bertanya tentang dia yang tidak mengharapkanku.

Namun, Jika kita benar benar menyukai seseorang. Kita akan terus mendoakan dia agar selalu bahagia. Meskipun kebahagiaannya bukan bersama kita. Ya… Aku berdoa semoga dia mendapatkan seseorang yang bisa mendengarkan isi hatinya. Meredamkan over thinkingnya. Seseorang yang membuat dia bahagia. Aku tidak percaya jika dalam rumah tangga terjadi kekerasan kepada pasangannya itu menikah atas dasar cinta. Karena sejatinya jika kita mencintai seseorang kita tidak akan tega untuk menyakitinya.

Tidak ada sedikitpun sesalku ketika dulu bertemu dengannya. Tidak ada sedikitpun sesalku dulu saat menaruh harapan padanya. Meski pada akhirnya aku harus menerima kenyataan bahwa aku bukanlah orang yang dia harapkan. Katanya sebuah hati itu tidak bisa dipaksakan. Jika memang kita bukan orang yang dia tunggu, maka sekeras apapun kita berusaha hanya akan membuat dia tersiksa dengan paksaan kita. Aku tidak tahu darimana teori gila yang mengatakan jika janur kuning belum melengkung kita masih bisa berjuang untuk mendapatkannya. Berjuang juga perlu analisa dan strategi. Aku bisa bertahan selamanya untuk memperjuangkannya, namun belum tentu dia bahagia jika aku terus bersamanya.

Maafkan aku yang sedang berdiri di lorong waktu ini. Sejenak menyaksikan kebersamaan kita dulu. Namun,,, Entah kenapa saat berdiri di lorong waktu ini. Aku menyaksikan raut wajahmu yang tidak nyaman atas keberadaanku. Kamu orang yang baik yang tidak mengatakan langsung bahwa aku bukanlah orang yang kamu nantikan. Seolah kamu mengajarkan bahwasanya sebongkah es akan mencair ketika cuaca sedang panas, tidak perlu kita menjelaskan kepada es itu bahwa nanti akan mencair. Dengan sendirinya sebongkah es itu akan hilang sendiri ditengah teriknya hari.

Newton hanya menemukan teori gravitasi, tapi tidak dapat membuktikan alasan “kenapa benda bisa jatuh kebumi…?”. Sama seperti aku yang menemukan rasa suka tapi tidak dapat membuktikan alasan “Kenapa aku bisa suka kepadamu…?.

Katanya kita hidup di sebuah galaxy yang mempunyai banyak matahari. Planet yang menyerupai bumi juga banyak dalam galaxy ini. Katanya, diluar angkasa ada banyak galaxy yang tidak terhitung jumlahnya. JIka satu galaxy saja mempunyai banyak planet yang menyerupai bumi bagaimana dengan galaxy yang lain. Tidak hanya sampai disitu, kumpulan dari galaxy-galaxy itu disebut dengan nebula. Dan Nebula juga banyak jumlahnya di semesta ini. Aku tidak tahu apakah ada kehidupan lain di luar bumi ini. Yang Jelas, aku bersyukur di ruangan kecil ini, dimensi dan linimasa ini aku bisa bertemu dengannya.

Jujur, aku ingin menyampaikan sebuah pesan untuknya. sebuah pesan yang mungkin menggetarkan angkasa raya karena tertulis dalam sabda sebuah rasa yang suci. Bumi yang tidak mampu menampung kumpulan rindu dari pemuda sepertiku. Adalakalnya rindu ini aku bebas tugaskan dari bumi yang sudah letih ini. Melepas serpihan rindu ke cakrawala agar mengurangi penatnya bumi…… dan Kesimpulan pesannya adalah….. tidak ada sih..hahaha… Aku cuma rindu kok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.